Membangun Bisnis Sendiri

Membangun bisnis sendiri dimulai dari pemikiran atau ide tentang bagaimana, apa, dimana, dan cara memulai bisnis tersebut. Suatu bisnis dimulai dari munculnya ide-ide cemerlang dalam benak seseorang tentang keinginan membangun usaha dan harapan akan keberhasilan usaha tersebut. Bentuk ide tentang suatu bisnis akan berbeda-beda pada setiap orang, sesuai dengan karakter, pengalaman, keahlian, pengaruh lingkungan atau sense yang dimiliki masing-masing orang.

Berikut ini berbagai ide bisnis yang menjadi penggerak seseorang membuka usaha atau membangun bisnisnya:

Hobi

Bill Gates, si raja komputer dari Amerika Serikat, memulai usahanya dari sebuah hobi mengutak-atik program komputer. Hobi yang ditekuni dengan serius ini telah berhasil membawa Bill Gates untuk menemukan komputer yang lebih praktis dan lebih mudah digunakan dari pada komputer besar yang ada pada saat itu.

Mengamati

Roy Kroc, tokoh dibalik suksesnya restoran waralaba cepat saji McDonald, mendapatkan ide usahanya dari pengamatannya terhadap tingkah laku masyarakat pekerja sekitarnya.

Membantu Orang

Ide membantu orang lain untuk memperoleh upah atau keuntungan, sperti menjualkan barang orang lain, mempertemukan penjual dan pembeli, dan sebagainya.

Ide Lama

Jeff Bezos dari Amazon.com mendapatkan ide usahanya dengan memperbaharui ide lama penjualan buku dari toko buku biasa menjadi di internet sehingga lebih cepat dan praktis.

Ide Orang Lain

Jennifer Basye Sander membangun kerajaan “Buku Kuning” (direktori) seluruh usaha yang dikelola oleh wanita di kota tempat ia tinggal. Ternyata buku ini laris. Informasi dalam buku ini senantiasa diperbaharui agar selalu up-to-date.

Kolaborasi

Dua kepala lebih baik dari satu  (two heads are better than one), begitu kata pepatah. Ternyata ada benarnya juga. Dewitt dan Lila Wallace berkolaborasi sebelum berhasil membangun kerajaan usaha dari penerbitan majalah inspirasi bulanan Reader’s Digest.

Terbitan

Tom Peters, Alvin Toffler, Agatha Christie adalah beberapa tokoh yang menuangkan ide usaha mereka dalam buku atau novel yang lalu mereka terbitkan. Dari buku-buku ini, sang pengarang mendapatkan pemasukan.

Catat Secara Hukum

Ide kita juga bisa dicatat untuk mendapatkan copyright. Seorang artis Indonesia mencatatkan gayanya disertai kalimat khusus untuk mengungkapkan gaya tersebut untuk mendapatkan hak cipta.

Adakan Pertunjukan

Cara lain untuk mengubah ide menjadi keuntungan finansial adalah dengan mendemokan kepada publik melalui seminar, pelatihan-pelatihan, ataupun sekedar pertunjukan dalam bentuk hiburan. Beberapa akademisi dan praktisi memilih cara ini untuk memperkenalkan ide mereka kepada publik.

Nasihat Ke Orang Lain

Pada saat tulisan ini sedang dikerjakan, penulis sedang berada di depan televisi menonton acara yang disampaikan oleh Suze Orman disebuah stasiun televisi dunia. Suze Orman menerima berbagai pertanyaan dari pemirsa diseluruh dunia tentang bagaimana mengelola keuangan pribadi.

Konsumsi Masyarakat

Cara umum yang banyak diterapkan orang adalah mengubah ide menjadi produk atau jasa yang bisa dijual untuk konsumsi masyarakat. Contohnya: rumah makan, kafe, dan lainnya.

mm

Irfan Tanjung Penulis

Mengawali karir sebagai staff IT Support, kemudian pernah menjadi freelancer desain ui/ux, dan sekarang bekerja sebagai IT Supervisor disalah satu perusahaan swasta di kota Cirebon. Saat ini sedang otodidak mempelajari Big Data dan Cloud Computing.